Dalam catatan ini saya ingin berbagi kisah nyata yang saya alami tadi sore.
Hari ini, saya pulang UAS dan seperti biasa saya menggunakan kereta api krd ekonomi karena hanya kereta itu yang berhenti di stasiun kiara condong.
Saya dan teman-teman menggunakan kereta jam 14.36 , tetapi ternyata keretanya telat dan datang pada pukul 16.00
Kereta pun penuh sesak dan tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya memaksa masuk ke dalam kereta.
Sayapun tidak begitu memperdulikannya karena saya sedang bersenda gurau dengan teman-teman.
Sampai akhirnya saya menyadari bahwa nenek itu jalan tertatih-tatih karena cacat dan menggunakan 2 tongkat.
Nenek itupun mengundang perhatian saya dan teman saya. Dia jalan dengan tertatih di dalam kereta yang sangat penuh dan sesak. Tampak dia kesulitan berjalan dan membawa sebuah tas yang sangat berat.
Dia pun mencari kursi yg kosong tapi tidak ada karena kereta sudah sangat penuh.
"Neng, punten emak ngiring calik"
"Sesah mak, pinuh" ujar salah satu anak muda.
Nenek itupun berjalan agak kedepan.
"Neng, mak hoyong calik iyeu sampean na nyeuri"
"Mak abi ge sarua cangkeul. Ngke di stasiun hareup abdi turun"
Astagfirullah..
Saya dan ayu (teman saya) sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Andaikan saya duduk, pasti nenek itu sudah duduk sekarang.
"Yu, kasian nenek itu"
"Manusia jaman sekarang cha, cuman mikirin diri sendiri"
Ya, ayu benar! Manusia jaman sekarang rasa empati, simpatinya sudah terkikis oleh rasa egois.
YaAllah, bagaimana kalau orangtua yang cacat itu ibunya? Apa dia tega melihat ibunya yang cacat berdiri dengan tongkat di kereta yang penuh?
Hemm, catatan ini bukan untuk menggurui siapapun tapi sebagai cermin agar kita bisa lebih membuka mata hati kita :)
Lirik Lagu Raisa Apalah (Arti Menunggu) Lyrics
telah lama aku bertahan
demi cinta wujudkan sebuah harapan
namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
demi cinta wujudkan sebuah harapan
namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang
semua rasa tlah hilang
sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
dahulu kaulah segalanya
dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
namun sekarang aku mengerti
tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama
dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
namun sekarang aku mengerti
tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama
sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
Lirik lagu Sammy Simorangkir Sedang Apa Dan Dimana
dulu selalu ada waktu untuk kita
kini ku sendiri
dulu kata cinta tak habis tercipta
kini tiada lagi (lagi)
kini ku sendiri
dulu kata cinta tak habis tercipta
kini tiada lagi (lagi)
sedang apa dan dimana dirimu yang dulu ku cinta
ku tak tahu tak lagi tahu seperti waktu dulu
apakah mungkin bila kini ku ingin kembali
menjalani janji hati kita
ku tak tahu tak lagi tahu seperti waktu dulu
apakah mungkin bila kini ku ingin kembali
menjalani janji hati kita
sedang apa dan dimana wooo
sedang apa dan dimana dirimu yang dulu ku cinta
ku tak tahu tak lagi tahu seperti waktu dulu
apakah mungkin bila kini ku ingin kembali
menjalani menjalani menjalani janji hati kita
ku tak tahu tak lagi tahu seperti waktu dulu
apakah mungkin bila kini ku ingin kembali
menjalani menjalani menjalani janji hati kita
Lirik Lagu Judika Bukan Dia Tapi Aku Lyrics
berulang kali kau menyakiti
berulang kali kau khianati
sakit ini coba pahami
ku punya hati bukan tuk disakiti
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
* ku akui sungguh beratnya
meninggalkanmu yang dulu pernah ada
namun harus aku lakukan
karena ku tahu ini yang terbaik
berulang kali kau khianati
sakit ini coba pahami
ku punya hati bukan tuk disakiti
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
* ku akui sungguh beratnya
meninggalkanmu yang dulu pernah ada
namun harus aku lakukan
karena ku tahu ini yang terbaik
ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
repeat *
reff:
ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
cintaku lebih besar darinya
mestinya kau sadar itu
bukan dia, bukan dia, tapi aku
mestinya kau sadar itu
bukan dia, bukan dia, tapi aku
begitu burukkah ini
hingga ku harus mengalah
hingga ku harus mengalah
ku harus pergi meninggalkan kamu
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
yang telah hancurkan aku
sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
(cintaku) cintaku
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku
cukup aku yang rasakan
(jangan dia) jangan dia
(jangan dia) jangan dia cukup aku
(lebih besar dari benciku) lebih besar dari benciku
cukup aku yang rasakan
(jangan dia) jangan dia
(jangan dia) jangan dia cukup aku
(jangan dia jangan dia) cukup aku
(jangan dia)
(jangan dia)